Profil
· Profil Panti BRSPDSN TAN MIYAT
· Visi dan Misi
· Struktur Organisasi
· Penerimaan Kelayan
· Sumber Daya Manusia
· Sarana dan Prasarana

Menu Utama
· Depan
· Advertising
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian



Webmail
Webmail Login

TEAM LAYANAN DUKUNGAN PSIKOLOGIO SOSIALTAN MIYAT DI SUMBA TIMUR
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Rabu, 14 April 2021 by tedi
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

 
Kemensos Turunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial Bantu Korban Banjir Bandang di Sumba Timur
SUMBA TIMUR (13 April 2021) -- Kementerian Sosial RI melalui Balai Disabilitas Tan Miyat Bekasi menurunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk membantu para korban bencana banjir bandang di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir bandang dampak dari badai Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada 4-5 April 2021 lalu mengakibatkan kerusakan hampir di seluruh wilayah NTT.
Tim LDP Balai Disabilitas Tan Miyat menjadi bagian dalam Tim LDP I yang terdiri dari 15 orang petugas gabungan dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (Dit.RSPD) dan Balai Disabilitas, bertugas mulai tanggal 12 sampai dengan 15 April 2021 mendatang. Sebelum terjun ke lapangan, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat. Pihak Dinas Sosial sangat berterimakasih dengan hadirnya Tim LDP di Sumba Timur.
"Kami sangat berterimakasih karena Kemensos, dalam hal ini Balai dan Direktorat PD, sudah peduli dan membantu warga Sumba Timur yang memang membutuhkan bantuan pemulihan ekonomi, perbaikan hunian serta dukungan psikososial" tutur Oktavianus selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Timur.
Tim LDP diterjunkan ke dua lokasi yaitu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kanatang dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bhakti Luhur. Di wilayah Kabupaten Sumba Timur tidak didirikan posko pengungsian karena wilayah tersebut masuk ke dalam zona merah Covid-19, sehingga penanganan korban bencana alam melalui LKS.
LKS Bhakti Luhur merupakan LKS yang menaungi anak-anak penyandang disabilitas, baik fisik, mental maupun sensorik. Terdapat 13 anak yang mendapat pelayanan dalam panti, dan 27 anak pelayanan luar panti yang menjadi korban bencana alam. Sedangkan di SLB Kanatang, terdapat 26 korban banjir, 2 diantaranya merupakan penyandang disabilitas sensorik netra.

Untuk menurunkan tingkat kecemasan dan mengembalikan kondisi emosional anak- anak penyandang disabilitas korban bencana banjir di LKS Bhakti Luhur dan SLB Kanatang, Tim LDP yang terdiri dari Pekerja Sosial, Psikolog dan Sakti Peksos melaksanakan trauma healing melalui kegiatan dinamika kelompok atau terapi bermain dan terapi nourishment. Anak-anak penyandang disabilitas sangat antusias mengikuti kegiatan terapi. Selain terapi, Tim LDP juga memotivasi para korban bencana agar mereka tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Tim LDP menebarkan semangat kepada anak-anak korban bencana agar mereka bisa melanjutkan kehidupan yang lebih baik karena bencana sudah berhenti.
Selama kegiatan berlangsung, para petugas dan anak-anak korban bencana tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas di tengah kondisi bencana.
 

 


 





 
Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh tedi


Berita terpopuler tentang Berita:
CASE CONFERENCE


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


PSBN TAN MIYAT, Bekasi
Kementerian Sosial RI 2009